LAPORAN
PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK
PEMISAHAN
DENGAN BAHAN PENGENDAPAN
“PEMISAHAN
DAN PENENTUAN PERAK”
Disusun
Oleh :
Kusmi
Handayani (J1A114094)
Kelompok
1 Shift 2
Hari/Tanggal
: Sabtu, 18 Februari 2017
Rekan
Kerja :
1. Tiffany
Saragih (J1A114082)
2. Aditya
Laksamana (J1A114080)
3. Jumeidi
Kurniatama (J1A114010)
4. Bayu
Ardiansyah (J1A114002)
Dosen
Pengampu : Ulyarti, S. Tp., M. Sc
Asisten Dosen : Rudi Nata
FAKULTAS
TEKNOLOGI PERTANIAN
TEKNOLOGI
HASIL PERTANIAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Dasar
pemisahan pengendapan adalah perbedaan kelarutan analit (komponen atau
konstituen yang dicari) dengan zat-zat atau komponen lain yang tak diinginkan.
Endapan adalah jumlah konsentrasi yang sama dengan konsentrasi molar dari
larutan jenuh suatu endapan. Kelarutan endapan tergantung pada suhu, tekanan,
kemurnian larutan, dan komposisi pelarut. Umumnya kelarutan endapan meningkat
dengan adanya kelarutan endapan meningkat dengan kenaikan suhu, sehingga
kerubahan kelarutan dengan perubahan suhu dapat menjadi dasar pemisahan.
Filtrasi
adalah proses pemisahan dari campuran heterogen yang mengandung cairan dan
partikel-partikel padat dengan menggunakan media filter yang hanya meloloskan
cairan dan menahan partikel-partikel padat. Proses pemisahan dengan cara
filtrasi dibedakan atas adanya tekanan dan tanpa tekanan. Dalam praktikum ini
digunakan proses pemisahan dengan cara filtrasi tanpa tekanan dengan
menggunakan kertas saring. Proses filtrasinya disebut proses filtrasi sederhana
yang merupakan penyaringan dengan filter kertas saring. Hal ini dilakukan
dengan cara kertas saring dipotong melingkar, lalu lipat dua sebanyak tiga atau
empat kali. Lalu buka dan letakkan dalam corong pisah sehingga melekat pada
kertas saring. Hasil filtrasi adalah zat padat disebut residu dan cairnya
disebut filtrat.
1.2
Tujuan Praktikum
Tujuan dilakukannya
praktikum ini adalah untuk melakukan pemisahan terhadap perak dengan cara
pengendapan dan untuk menentukan perak.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pemisahan kimia adalah proses
pemisahan sampai ke skala molekuler (skala kimia berarti pemisahan sampai ke
partikel terkecil, sekecil atom dan molekul atau ion). Secara nyata, pemisahan
kimia sulit dilakukan karena campuran alami adalah campuran sempurna. Harus
digunakan metode lain untuk memisahkan komponen-komponennya yang memanfaatkan
sifat kimia dari komponen dalam campuran tersebut. Ditinjau dari bahan asal campuran,
dikenal macam-macam pemisakan yang caranya didasarkan pada mekanisme proses
yang menghasilkan senyawa terpisah (Wonoraharjo, 2013 : 8 – 10).
Menurut Wonoraharjo
(2013), cara pemisahannya yaitu :
- Pemisahan melalui pertukaran bahan/material, contohnya pelarutan, pengendapan, elektrolisis dan penguapan.
- Pemisahan melalui distribusi.
- Pemisahan berdasarkan perbedaan muatan.
- Pemisahan berdasarkan aliran partikel dengan di sedimentasi dan filtrasi gel.
Menurut Wonoharjo (2013) : 11 – 12, ada beberapa
klasifikasi cara pemisahan yaitu :
- Berdasarkan sifat isika dan sifat kimia, ada pemisahan fisika berupa destilasi; filtrasi dan ekstraksi. Ada juga pemisahan memakai metode perubahan kimia seperti pengendapan, kromatografi dan elektrokimia.
- Berdasarkan tipe proses berupa proses mekanis, fisik, dan kimia.
- Berdasarkan tipe fase, klasifikasi dilakukan jika ada fase awal yang berubah dan jadi fase berikutnya dimana pemisahan terjadi.
Pada pemisahan dijudul ini menggunakan pemisahan dengan
cara filtrasi. Filtrasi merupakan metode pemisahan untuk memisahkan zat padat
dari cairannya dengan memakai alat berpori (penyaring). Dasar metode pemisahan
ini adalah perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya. Hasil
dari penyaringan disebut filtrat dan sisanya disebut residu. Metode filtrasi
dipakai untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air, membersihkan
preparat kimia dilaboratorium (Rahayu, 2009).
Gravimetri adalah pemeriksaan jumlah zat dengan cara
penimbangan hasil reaksi pengendapan. Gravimetri merupakan pemeriksaan jumlah
zat yang ditentukan dengan cara menimbang langsung massa zat yang dipisahkan dan
zat-zat lain. Adapun caranya yaitu mula-mula cuplikan dilarutan dalam pelarut
yang sesuai. Endapan yang terbentuk dan disaring, dicuci, dikeringkan lalu
ditimbang. Kemudian jumlah zat yang ditentukan dihitung dari faktor
stoikiometrinya. Hasil disajikan sebagai persentase bobot zat dari cuplikan
semua (Rediani, 2013).
Menurut Perry (1963), ada
beberapa tahap dalam analisis gravimetri, yaitu :
- Memilih pelarut sampel yang sesuai dengan sifat sampel yang akan dilarutkan. Misalnya HCl, H2SO4, dan HNO3 digunakan untuk melarutkan sampel dari logam-logam.
- Pengendapan analit dilakukan dengan memisahkan analit dari larutan yang mengandungnya dengan membuat kelarutan analit semakin kecil dan pengendapan dilakukan dengan sempurna. Misalnya : Ca2+ + H2C2O4 èCaC2O4 (endapan putih).
- Pengeringan endapan dilakukan dengan panas yang disesuaikan dengan analitnya dan dilakukan dengan sempurna.
- Menimbang endapan. Zat yang ditimbang harus memiliki rumus molekul yang jelas. Biasanya reagent R ditambah secara berlebih untuk menekan kelarutan endapan.
BAB III
METODELOGI
3.1
Waktu dan Tempat
Praktikum ini
dilakukan di hari Sabtu, 18 Februari 2017 di Laboratorium Fisika, Fakultas
Teknologi Pertanian, Universitas Jambi, Pondok Meja yang dilaksanakan pukul
13.00 s/d 15.00 WIB.
3.2
Alat dan Bahan
Alat yang
digunakan dalam pemisahan dan penentuan perak adalah tabung reaksi, oven,
spatula kaca, timbangan, pipet tetes, gelas ukur, bekker glass, corong kaca.
Sedangkan bahan yang digunakan adalah larutan sampel, HNO3, NaCl 5%, dan kertas
saring.
3.3
Prosedur Kerja
Pertama larutan
sampel 50 ml dimasukkan ke dalam bekker glass 100 ml, lalu teteskan NaCl 5%
sambil diaduk perlahan dan pertahankan agar temperature tetap konstan.
Penambahan NaCl 5% terus dilakukan hingga terbentuk endapan dengan ditandainya
dengan jernihnya larutan sampel dibagian atas (dengan waktu kurang lebih 3
menit). Ambil larutan atas yang berwarna bening dan uji dengan beberapa tetes
NaCl 5%, jika tak terbentuk larutan putih atau endapan artinya semua perak
sudah terendap. Kemudian letakkan bekker glass ditempat gelap selama 30 menit
sebelum disaring. Timbang kertas saring Whattman yang akan digunakan untuk
menyaring endapan. Selanjutnya lakukan penyaringan dengan hati-hati agar semua
endapan dan filtrat bisa diambil. Setelah itu sisihkan filtrat ditempat aman.
Lalu endapan yang didapat dicuci dengan asam nitrat 0,02 N sebanyak 2x. kertas
saring dan endapan dioven dalam suhu 110 – 130oC selama 1 jam.
Dinginkan dan keringkan dalam desikator atau eksikator. Timbang endapan sebagai
berat AgCl.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
Praktikum
Sampel
|
Hasil
|
Berat kertas saring kosong
|
1,0 gram
|
Sampel 50 ml + NaCl 5%
|
Warna putih susu, ada endapan perak
|
Berat kertas saring
setelah oven
|
1,2 gram
|
Berat total endapan
|
0,2 gram
|
Perhitungan total
endapan
Berat total endapan = b. kertas saring set. oven – b. kertas
saring kosong
= 1,2 gram – 1,0 gram
= 0,2 gram
4.2 Pembahasan
Perak merupakan kation golongan IA
bersama dengan Pb2+ dan Hg2+, sampel yang digunakan
adalah Ag2SO4. Ag+ akan terendapkan oleh
reagent (NaCl 5%). Sementara filtrate akan dipisahkan untuk penentuan perak.
Penambahan NaCl bertujuan agar AgNO3 terendap dalam bentuk
kationnya. Dan endapan yang terbentuk adalah garam klorida (AgCl) dengan reaksi
:
Ag+ (aq) +
Cl- (aq) è
AgCl (s)
Pengujian yang dilakukan dengan
menggunakan NaCl 5% dilakukan saat endapan telah terbentuk semua dan hal ini
menandakan tidak ada lagi endapan putih. Selanjutnya, larutan disimpan ditempat
gelap dengan tujuan agar endapan mengendap dengan sempurna, karena jika terkena
paparan sinar matahari endapan perak klorida akan terurai menjadi abu-abu pada
endapan perak kloridanya (AgCl), dengan reaksi :
2AgCl (s) è 2Ag (s) + Cl2 (s)
Endapan yang diperoleh, kemudian dicuci
dengan HNO3 dengan tujuan agar endapan bersih dari pengotornya. Karena
HNO3 mengandung ion sejenis dengan endapan atau elektrolit kuat.
Endapan yang didapat sebanyak 0,2 gram.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1. Pemisahan dengan cara
pengendapan merupakan metode pemisahan paling umum dan sederhana, berdasarkan
pada hasil kali larutan suatu senyawa saat ditambahkan suatu ion sehingga
terjadi reaksi yang menghasilkan senyawa bentuk kristal.
2. Pemisahan dengan cara
pengendapan dilakukan pada perak dengan cara ditambah reagent tertentu dan
didapat endapan.
3.
Endapan yang terbentuk saat
pemisahan perak adalah 0,2 gram.
DAFTAR PUSTAKA
Perry, Y. 1963. Chemical Engineer Handbook 4th
Edition. London : Mc Hill Book Company.
Rahayu, Didah. 2009. Kimia.upi.edu./utama/bahanajar/kuliah
web/2008/DIDAH % RAHAYU20 (0606371)/ halaman 12. Html (diakses pada minggu
pukul 16.30 dan artikel diupload pada Minggu, 11 Januari 2009 pukul 22.16).
Rediani, T. 2013. Analisis Gravimetri dan Titrimetri.
Bandung : Kemendiknas.
Wonoraharjo, Surjani.
2013. Metode-metode Pemisahan Kimia.
Jakarta : Akademi Permata.
LAMPIRAN
Gambar 1. Hasil akhir endapan

